Situs Kota Kuno Ditemukan di Mesir, Kemungkinan Dulu Dihuni Pejabat dan Pembangun Makam

Posted on

Kembali ditemukan sebuah situs kota kuno di Mesir. Dimana letak penemuan situs tersebut sendiri berada masih di pinggiran sungai Nil di dekat sebuah kuil bernama Seti Pertama di Abydos. Salah satu yang menarik dari penemuan kota kuno yang diperkirakan sudah ada sejak lebih dari 7.000 tahun tersebut terdapat rumah-rumah, peralatan, tembikar dan serta beberapa kuburan yang ukurannya bisa dibilang sangat besar.

mesir-2Dari penemuan setidaknya 15 buah kuburan yang ada, diperkirakan bahwa ke 15 kuburan tersebut merupakan kuburan para orang-orang yang memiliki status sosial yang bisa dibilang tinggi. Dari keterangan masyarakat sekitar, disebutkan bahwa makam tersebut adalah makam milik pejabat dan juga para pembuat makam itu sendiri. Dari keterangan BBC diprediksikan bahwa mereka hidup pada zaman awal Mesir Kuno.

Selain itu, para arkeolog yang menjadi peneliti disana juga menemukan beberapa peralatan yang erat kaitannya dengan budaya Mesir Kuno. Dimana berbagai penemuan tersebut meliputi bangunan, pecahan keramik, hingga perkakas yang dibuat dengan bahan seperti batu dan juga logam. Namun, dari semua penemuan tersebut kuburan besar merupakan salah satu yang paling dianggap signifikan.

Penemuan ini pun menghasilkan sebuah kesimpulan oleh para Arkeolog bahwa kota tua tersebut dipastikan merupakan tempat tinggal para pejabat penting kota Mesir Kuno dan serta para pembangun makam yang bertugas untuk membuatkan makam bagi para pejabat istana yang meninggal di kota suci Abydos. Abydos sendiri merupakan sebuah ibukota dari kota Mesir Kuno dimana saat itu banyak sekali dibangun kuil.

Mesir sendiri berharap bahwa penemuan kota kuno tersebut dapat dijadikan salah satu sarana wisata pendukung. Memang pada dasarnya industri wisata yang ada di Mesir sendiri bisa dibilang sedang mengalami masalah, pasalnya ada kekacuan politik yang tak kunjung ada penyelesaiannya. Penemuan kota kuno ini sendiri dilakukan oleh para arkeolog dari Kementrian Purbakala Mesir tanpa adanya campur tangan arkeolog asing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *